Kamis, 18 September 2014

Stay With Me!

Share To: SHARE TWEET



 Apa yang  menyebabkan seseorang melakukan sebuah perpisahan?
Apa yang menyebabkan suami/istri bercerai?
Dan apa yang akan terjadi ketika pasangan suami/istri kelak berpisah?

and this my answer.

  Setiap orang pasti akan mengalami yang namanya perpisahan. Dimulai dari kita kanak-kanak, menuju remaja, dewasa, bahkan sampai dengan menikah. Namun masih ingatkah kita, mana hal yang paling menyedihkan diantara semua perpisahan yang pernah kita alami?
Gua sudah banyak sekali menemui berbagai macam orang yang telah mengalami perpisahan. Dan gua sendiri pun. Sudah banyak pengalaman merasakan yang namanya perpisahan. Tapi, sebagian orang masih banyak yang bertanya. Apasih perpisahan itu?
Menurut gua perpisahan itu ada 3 definisi.
i.                    Perpisahan secara biasa
Menurut gua, perpisahan ini adalah perpisahan yang cukup tidak menyiksa ke diri kita sendiri.  Contohnya: perpisahan antara benda yang kita sayang, dan saat benda itu hilang  kita berkata “aku tak bias meninggalkannya”. “Mengapa hewan kesayanganku bisa matiiiiii…. Kenapa kau rebut nyawa hamster ini dariku ya Tuhan!” ini terlalu dramatis. Padahal perpisahan ini  hanyalah persoalan mengenai sosok manusia yang kehilangan sosok hewan peliharaan. 
Okey mungkin terlalu kecil masalah ini bagi gue. Tapi, trust me!  ini adalah reality-nya. Saat lo sudah menemukan hal yang baru.  Keunikan yang baru, yang mampu membuat lo tertawa. Lo akan melupakan semuanya tentang kenangan lo bersama hamster lo.

ii.                  Perpisahan yang sedang-sedang saja
Bagi beberapa orang perpisahan ini adalah menyengsarakan. Yaitu adalah ‘CINTA’. What the hell? It’s a trouble? Oh, My God! Cinta itu bukanlah perpisahan yang besar menurut gua. Justru itu gua mengatakan bahwa cinta itu hanyalah sebuah perpisahan yang sedang-sedang saja. Gak percaya omongan gue? Kita buktikan!

Dari survey yang gue dapatkan menyatakan bahwa. Hampir dari semua cowok di dunia adalah  pria yang terkena penyakit HGS saat sedang putus cinta. HGS adalah singkatan dari Hanya Galau Sementara. Dan setelah gua perhatikan kembali, sosok cowok setia itu hamper punah. Di dunia ini, mungkin hanyalah sosok Bebi Romeo yang dibutuhkan.

Dan dari survey yang gua dapatkan juga dari wanita. Hamper seluruh wanita di dunia ini terkena penyakit HGS juga. Hilanglah Galau Sekarang. Penyakit ini terbukti, bahwa sosok wanita ketika habis putus dari sang kekasih. Kata yang akan dikeluarkan hanyalah simple. Dan khusus di jaman sekarang. “Gua harus cepet move-on,” yeay, give a plouse everbody…… Dari bahasan itu, gue juga gak menyimpulkan bahwa cara cowok itu baik. Itu juga gak bagus HGS versi cowok. Dan gak juga bahwa sesungguhnya cara wanita itu jelek. Karna ada benarnya juga apabila kita move-on.
Namun, dari segala macam apapun peprisahan soal cinta. Itu semua mengajarkan kita, untuk belajar lebih dekat kepada seseorang. Dan belajar untuk mempertahankan seseorang. Bukan hanya sekedar gampang untuk menyatakan cinta. Dan gampang pula mengatakan sebuah perpisahan. Karena sesungguhnya cintaitu tidak membutuhkan tanda koma (,) tanda Tanya (?). Padahal cinta itu simple, dan tidak susah. Hanya butuh tanda titik (.) dan berkata “AKU PADAMU.”

iii.                Perpisahan keluarga
Perpisahan ini menurut gua adalah yang paling tersulit dan paling terberat didalam kehidupan ini. Karena, tidak semua orang dapat menerima perpisahan ini dalam suasana senang, dan bahagia. Namun, perpisahan ini merupakan hal yang paling menyakitkan. Terutama pada seorang anak. Terkkadang orang tua hanya memikirkan ego mereka sendiri tanpa memikirkan psikologis anak-anak mereka. Sehingga dapat menyebabkan banyak sekali akibat dari ulah orang tua yang gampang saja mengucapkan kata ‘bercerai’. Gua adalah termasuk anak yang pernah mengalami tentang hal perpisahan seperti ini. Dimana kedua orang tua gue bercerai. Tapi, dari segala macam rintangan yang dihadapi. Gue mencoba bangkit, dan berusaha menyemangati diri sendiri, untuk maju kedepan. Walaupun gua dari keluarga broken home, itu bukanlah sebuah masalah.
And this is my story….



Please, stay with your Son!

Dari dahulu, gue sudah menetapkan keteguhan hati, bahwa gua akan tetap menjadi seseorang yang berguna kedepannya. Namun, berbicara menjadi seseorang yang berguna, gua berharap gua berguna sekali bagi orang tua gua. Termasuk nyokap gua. Kenapa gua bilang gitu? Hampir dalam perjalanan hidup ini, menuju 20 tahun gua. Semua kehidupan ini, full gua jalani bersama nyokap tercinta. Kenapa tidak. Nyokap adalah sosok wanita yang tegar, yang tak bersuami, namun tetap optimis dalam menjalani hidup ini.
“Ya nyokap adalah seorang janda.” Itulah yang gua katakan kepada orang-orang. Tanpa ada rasa malu sedikit pun untuk menceritakannya.
Gua gak malu, dan gua pun gak pernah merasa minder apabila ditanya oleh orang-orang tentang keluarga gua. Mungkin banyak orang tak menyangka, dari banyaknya canda tawa yang gua keluarkan. Ada rasa terpendam yang begitu menyakitkan sepeninggal perpisahan kedua orang tua gua. Banyak teman gua bertanya. Apa itu meluputkan semangat gua untuk maju? Tegas jawab gua menyatakan. TIDAK!
Menurut gua, perpisahan itu bukan sebuah hal yang menghancurkan jiwa seseorang. Namun perpisahan itu merupakan suatu hal yang mampu mengajari kita, bagaimana selalu tabah, dan mencoba untuk selalu belajar mengenai sebuah pengalaman. Sehingga perpisahan yang kita alami, itu tak akan pernah terjadi lagi. Gua mengibartkan pernikahan yang awalnya didasari oleh cinta, apabila pada akhirnya berpisah atau bercerai. Itu ibarat, seseorang yang PDKT menggebu-gebu. Saat sudah pacaran, menggebu-gebu pula untuk berpisah. Padahal, suami/istri yang menikah, mereka sudah menyatakan bersama untuk terus sehidup dan semati. Inilah yang mengakibatkan banyaknya kurang kepercayaan tentang komitmen. Bagaikan induk dan jantan, yang tak mampu bersama.
Gua sedih kalau melihat anak brokenhome yang sifatnya gak karu-karuan. Padahal cara yang mereka lakukan itu jelas salah. Gua pun tidak berkata bahwa sifat mereka itu berasal dari diri mereka sendiri. Perpisahan keluarga juga, itu adalah termasuk hal pokok yang mendasari mampu merubah sifat seorang anak.
Perhatikan mereka (anak-anak brokenhome) diluar sana. Berbagai macam sifat-sifat, dan tingkah mereka di lingkungan luar yang membuat orang terkadang mungkin akan tidak nyaman dengan tingkah dan prilaku mereka. Dan ada pula sebagian orang berkata “Ngertiin saja, namanya juga keluarga brokenhome. Biasalah anaknya suka nyari perhatian.”
So, it’s reality.
Dari tanggapan para psikolog. Bila ditemukan seorang anak broken home yang bertingkah laku seperti itu. Itu bukanlah diri mereka. Namun, dengan cara seperti itulah anak-anak brokenhome terkadang suka mencari perhatiaan, untuk diperhatikan oleh banyak orang yang didekat mereka. Hal-hal seperti itu dilakukan mereka hanya untuk mencari kepuasan semata saja. Factor-faktor mereka seperti itu pun, biasanya terjadi karena,
1.      Kurangnya perhatian dari orang tua.
2.      Sibuknya orang tua, sehingga hanya mampu mengingatkan, tanpa mereka mengawasi anaknya secara lansung.
3.      Tidak kenyamanan mereka dirumah.
4.      Serta mengisi waktu kosong atas kesendirian mereka.
Perjalanan kehidupan tidak selamanya akan selalu baik, apalagi selalu lurus. Bayangkan saja, semulusnya jalan tol, pasti disuatu bagian ada retak dan juga ada rapuhnya. Tidak selamanya melintasi jalan tol itu kita akan merasa nyaman. Seperti itulah gambar kehidupan, yang manakala kita tidak pernah mengerti, akan kemanakah diri kita akan dibawa kedepannya.
***
            Sering sekali gua memilih warna apa yang tepat untuk kehidupan gua ini. Namun, ketika gua memilih warna itu, sayang sekali sasaran itu tidak tepat. Disaat gua merasakan jatuh cinta, gua memilih warna merah. Gua dasari atas  nama kesetiaan, serta keberanian. Seiring berjalan waktu pula, warna seketika berubah menjadi gelap. Gelap sekali, sampai gua tidak bisa menyentuhnya, bahkan sampai tidak bisa merasakannya. Tahu warna apa yang gua dapatkan pada akhirnya? HITAM! Why I said Black? Because, black is the one and only color, very…very…. I don’t like it.
            Tetapi, terfikir keras di otak ini. Tak perlu banyak warna yang semestinya kita dapatkan dalam hidup ini, melainkan cukup warna putih yang mengisi kehidupan tanpa harus ada seseorang pun mengotori warna itu. Dan warna putih itu akan selalu diisi dengan seseorang yang sering kita panggil namanya, Ibu!
 Seorang Ibu, sekalipun dia merasa gundah dalam kehidupannya. Ia tidak akan pernah mengorbankan anaknya, apalagi merusak warna putih didalam diri anaknya. Karna seorang ibu akan tetap berada disisi anaknya, dan selalu mengisi warna putih itu dengan sebuah kebahagiaan, agar anak mereka tahu, dan kelak akan berbicara dengan keras, dan mereka akan tunjukan kepada dunia. Dan berbicara “I Love You, Mom. For  everything you give me.”
Itulah sesungguhnya cinta. Banyak orang berkata mereka terkadang susah untuk mencintai seseorang, apalagi untuk mengkasihi seorang yang penting dalam kehidupan ini. Beda  ketika kita berkata, “saya akan bertahan disini. Hanya untuk satu tujuan, untuk selalu bersamamu. Dan menemanimu, disaat susah maupun senang. Disaat kaya, maupun miskin.” Itulah yang tercantum dipikiran ibu. Tanpa sebuah balasan yang mungkin bisa dikatakan tak begitu berarti yang seorang anak berikan kepada ibunya. Karena, kasih seorang ibu tidak akan pernah bisa terbalaskan dengan apapun. Cukup hargainya dengan belas kasih saat mereka tua. Saat mereka susah berjalan, dan temaninya ketika kesepian melandanya.
Terima kasih atas sayang dan cinta yang kalian berikan untuk anak kalian.
Untuk seluruh Ibu didunia ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar