KEPO MERAJALELA
judul cerpen dari: Afriadi Muhammad
BIDADARI TERINDAH
judul cerpen dari: Afriadi Muhammad
'Wihh asik bener yang bbm-man terus.' tanya Adi ke gue.
'iya 'ong, sekarang mah, nggak punya BB makin ketinggalan jaman broo...' jawab gue
'Emangnya harus punya bb yah biar bisa gaul,'
'Nggak juga sih, cumankan untuk begaya ajah man!' singut gue ke Adi.
'Ah, gue mah, punya bb nggak pake bb sama ajah, tetep ganteng.' jawaban yang begitu tengil dari Adi
Dari percakapan diatas. Itu adalah pembicaraan yang bisa diambil dari ke-kepoan seseorang terhadap temannya. Kepo, sangat alamiah banget kedengarannya. Namun sangatlah mudah untuk diartikan. Kebanyakan kepo itu terjadi kepada anak yang alay tingkat rendah. Dimana gue meliti bahwa kepo ini biasanya terjadi begitu saja. Kepo bisa diartikan dengan kata "PENGEN TAUUU AJAH!"
Ini adalah cerita, seberapa keponya seseorang dalam menjalani hidupnya.
'Kisah berawal dari sebuah kota yang bernama Alay city, kota ini adalah sebuah kota yang penuh dengan anak-anak alay yang berada didalam kota tersebut. Namun, walaupun banyak alay disini. Anak-anaknya juga tajir abis. Sangat disayangkan sekali, kekayaan mereka sangatlah rendah, dikarenakan ke alayan mereka.'
Suatu hari yang cerah, ada anak bernama Indro, yang mempunyai teman bernama Beno. Beno ini bisa dibilang alay akut. Dimana Alay akut adalah alay yang sudah level atas. Disini menceritakan Indro memiliki BB baru, dan si Beno iri terhadap Indro yang terus-terusan memiliki handphone baru .'
'Lu ini, sok kaya banget. Lu tuh nggak ada apa-apanya dengan gaya gue. Gue punya rambut kaya Andhika kangen Band. Lah, elu. Elu punya apa! Baru punya BB baru ajah lu udah sombong.' bentak Beno yang begitu irinya kepada Indro yang mempunyai BB baru.
'Bodo amat! walaupun aku hanya mempunyai rambut yang seperti ini, ini lebih keren dari pada rambut Andhika Kangen Band. camkan itu baik-baik!' Jawab Indro yang tak sudi dikatai oleh Beno.
'Keren dari mananya. Keren dari Babylonia. Rambut kaya Ajis Gagap ajah sombong lu ini. Sekarang sudah nggak maen yang namanya BB. Sekarang Apel, man!' Beno menjawab dengan stay coolnya,dan tak menyadari bahwa bahasa. inggrisnya sangatlah salah.
'Apasih lu ini, Kepo banget! Hp, ya Hp gue. Terus apa urusannya dengan elu! ngomong Apel ajah lu blepotan. Makanya jadi orang itu jangan suka kepo. Di kota alay ini, Kepo itu udah merajalela kali yah, sangking orang-orangnya udah kekayaan. Cuihhh'
Dalam Dunia ke alayan, kepo memang sangatlah trend. Bukan hanya dati bergaya foto, ternyata kepo pun dapat dibilang merugikan orang-orang. KEPO...KEPOOO.... selang beberapa menit kemudian, setelah adu cek-cok antara Indro dan Beno. Datanglah sebuah RT dari kota Alay City.
'ada apa kalian ini. Sama-sama alay tidak boleh ribut. Kan sudah ada peraturannya.' pak RT membertitahukan kepada Bena dan Indro untuk tidak saling berkelahi, dan menjelaskan peraturan yang sudah ditetapkan di kota, Alay City.
ALAY DILARANG BERKELAHI. BILA BERKELAHI BERLEBIHAN AKAN DIKENAKAN SANGSI, YAITU: FOTO DENGAN BERGAYA JARI SATU DITARUH DIBIBIR SAMBIL MONYONG.
' Sudah bacakan kalian. Makanya Beno, jadi orang itu jangan kepo terus. Nanti kamu bisa menjadi buronan orang yang kepo. Kamu mau?' tanya pak RT ke Beno.
'Nggak pak saya nggak mau jado orang yang kepo lagi,' jawab Beno.
'Maka itu, janganlah kamu menjadi orang yang kepo. Nurutlah kata bapak ini yah Beno! Kita inikan kota yang alay. Semakin banyak orang yang kepo, maka akan semakin banyak orang yang korupsi dalam hal bergaya. Kamu mau warisan nenek moyang kita tentang ke-alayan diambil oleh negara lain karena banyak orang-orang yang kepo? Ndak maukan?'
'Tidak,Pak. Saya nggak mau kepo-kepo lagi deh janji, Pak!' Beno meminta maaf kepada RT. dan berjanji tidak akan menjadi orang yang kepo lagi.
'Nah, begitu dong Beno. Kan semakin banyak perubahan semakin baik. Kepo memang sangatlah tidak baik. Nah untuk itu, jangan ngepoin gue lagi yah? Nanti kena sangsi loh dari aparat kepolisian kealayan,'
'Iya, Ndro. Gue juga nggak mau kepo lagi kok. Maafin gue yah,Ndro?'
'Iya Ben. Gue maafin kok.'
Dan akhirnya merekan pun berdamai dan tidak mau menjadi orang yang kepo lagi. Namun, mengapa masih banyak orang-orang yang kepo. Dan kerjaanya pengen cari tahu terus. Mengapa kita tak bisa contoh kedua orang sahabat ini. Walaupu mereka alay, mereka berusaha untuk tidak menjadi orang yang kepo lagi. Tapi mengapa dari salah satu kita masih ada yang kepo. STOP KEPO MULAI DARI SEKARANG!
Saat itu langit sudah gelap, dan gua nggak tau harus pulang gimana caranya.Gua baru ajah pulang dari kerja. malam sudah menunjukan pukul 22.00 WIB. Nggak ada sama sekali kendaraan yang lewat.
'Duh gimana nih mau pulang? mana kagak ada angkot lagi.' sewot gua sambil ngoceh-ngoceh nggak jleas di trotoar.
tiba-tiba ada mbak, mbak nanya sama dijalan. Semacam nanya alamat gitu.
'Mas, tau jalan Diponogoro?' tanya si mbak yang mungkin bingung sedang nyari jalan.
'Oh tau mbak, mbak lurus ajah. terus mengkol kanan, nanti ketemu jalan besar. Nah itu jalannya.' jawab gua.
'Mas bisa nggak anterin saya kesana. Saya orang baru mas, jadi belum tau jalan-jalan disini.' si mbak itu minta bantu gua untuk nemenin dia nyari jalan yang pengen dia tuju.
Waduh sekarangkan lagi banyak banget penipuan, apalagi udah malem kaya gini. Jangan-jangan mbak ini copet, atau pengen jadiin gua tumbal. Apalagi sekarang musimnya pembegalan, dimana sekarang manusia dijadikan alat penjualan organ tubuh. 'Astafirullah' gua nyebut.
'Maaf, mbak ini sebenernya tujuannya mau kemana yah?' tanya gua supaya lebih mastiin. Dalam hati gua, gua juga kasian. ada cewek kesesat dijalan malem-malem gini. Ya nggak mungkinlah gua bakal diemin. Mana mbak-mbaknya cantik juga.
'Saya mau kerumah sodara saya, saya baru pindahan dari Bogor mas. Jadi saya belum tau tempat-tempat kota yang seperti ini.'
Sebenernya rumah gua juga nggak jauh dari tempat yang pengen dia samperin. iseng-iseng nebeng, akhirnya gua terima ajakan si mbak tersebut. Memang cukup agak jauh sih perjalananya. Tapi dari pada gua kagak ada tumpangan mau pulangkan. GUa juga mencoba untuk menghilangkan rasa curiga gua, meskipun gua tetep keluar keringet dingin di badan gua karna gemetaran takut dibunuh. Terus jantung gua diambil, terus dijual. Keluarga gua nanti gimana???
'Yasudah mbak ayuk saya kasih tunjuk jalannya'
'Makasih ya mas sudah mau membantu saya? makasih banget.' mbak tersebut berterima kasih gua, seakan gua kaya udah membantu ngasih makanan orang yang kelaperan.
'Iya mbak sama-sama.' jawab gua santai.
****
Selama
diperjalanan, gua nyaman banget. Udah duduk disamping cewek cantik,
dapet tebengan gratis pula. Memang hidup ini anugrah banget. Yang nggak
Anugrahnya pada saat gua belum dapet kendaraan ajah tadi. Tapi sekarang,
wowww!!!
'Mas orang sini juga?' tanya si mbak ini kepada gua.
'Iya, tapi saya juga perantauan mbak. saya dari Lampung, saya disini kuliah sambil kerja.' jawab gua.
'Oh, nama mas siapa?' wah gua merasa malu banget nih ditanya nama.
'Alfi mbak, mbak siapa?'
'Nama aku Angel. Jangan pake mbak ah nggak enak, Angel ajah okey.'
Dalam
perjalanan gua dan Angel pun berbagi cerita tentang pertama kali datang
ke Bandung. dari yang namanya kesasarlah pas jalan, sampe-sampe lupa
pulang ke arah rumah kemana.
Seketika pembicaraan terhenti pada saat Angel menanyakan, 'Fi dimana nih jalannya? kelewatan kali yah?'
'MasyaAllah
gua lupa gel, kelewatan!!! lwat situ,bisa kok' gua lupa banget kalo
jalannya itu udah kelewatan. Ini semua karena keasikan ngobrol nih.
Akhirnya
sampai juga ketempat tujuan dimana Angel sampai dirumah sodaranya,
ternyata rumah sodara Angel nggak jauh dari kost-kostan gua.
'Okey fi, makasih yah udah mau nunjukin jalannya.'
'Iya,
Angel sama-sama. Gua juga terima kasih yah udah ditebengin sampe sini.
Jadi gua jugakan nggak bingung nyari angkot. Sering-sering yah Angel
kaya gini. hehehe'
'Gampang, itu mah fi bisa diatur.'
'Okey, sekali lagi thanks yah gel.' Gua pun akhirnya pulang menuju ke kostan gua.
Entah
kenapa gua sampe kostan gua mikirin Angel yang dibayangan gua nggak
berhenti-henti mikirin dia. Mungkin gua udah kena hipnotis sama dia.
Apakah ini yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama? apakah ini
rasanya jatuh cinta seketika?
Coba
gua minta nomor hapenya tadi. Sayangnya gua pulang duluan, huhhh!!!
Sudahlah jodonh juga nggak bakal kemana. Kalo Angel toh jodoh gua nanti
gua sama dia dipertemuin lagi kok. Ya, walaupun gua nggak tau kapan.
****
'Panas
banget yah men. mending panas-panas kaya gini gajih kita nambah. Ini
nggak nambah-nambah. Nasib bener yah pekerjaan kaya kita ini.'
'Bener
banget, tapi mau gimana lagi. Namanya juga hidup la, masa iya kita
harus paksa, Nggak baek jugakan hasilnya. Tarima apa yang ada didalam
diri kita, nanti juga bakal indah pada waktunya kok.' jawab gua sok
bijak.
'Tuh ada pelanggan.' Lala nyuruh gua untuk ngelayanin pelanggan yang dateng.
Pas
gua mau ngelayanin pembeli, eh ternyata yang dateng itu Angel. sumpah
memang bener, jodoh itu nggak kemana-mana. Baru tadi malem mimpi ketemu
Angel, eh sekarang ketemu lagi.
'Alfi, lo kerja di restouran ini?' tanya Angel ke gua.
'Iya gel, lo sama siapa?' jawab gua, dan gua tanya balik ke Angel.
'Sendiri ajah gua fi, katanya sih restouran ini enak. Makanya gua kesini.'
'Sip,
memang makanan disini enak banget gel. Pilih makanan kesukaan lo!
disini untung koki handalannya gua. Jadi gua bakal masakin special buat
lo.'
'Ah masa sih? okey gua minta Steak Iga bakarnya satu. Jangan pake lama!'
'Okey bos, siap laksanakan.'
Beberapa menit kemudian, dengan cepat gua buatin sajian makanan yang Angel pesan,
'Ini bos udah jadi pesananya.'
'Hehehehe sip, kan jadi enak kalo cepet' Angel hanya tertawa dan mencoba masakan gua yang dia pesan,
'Okey kalo kaya gitu gua ke dapur dulu yah gel.'
'Fi ?' Angel manggil gua.Gua pun lansung menghampiri Angel.
'Iya, kenapa Angel?'
'Temenin gua makan sih, sambil ngobrol-ngobrolah.'
'boleh kok, nggak papa. mumpung pelanggan masih sepi, gua temenin dulu' jawab gua
Setelah beberapa menit gua dan Angel bercerita, banyak banget kesamaan-kesamaan antara gua dan Angel. Yang paling lucunya lagi Angel sering banget sendawa kalo udah selesai makan. Setelah Angel makan dan selesai ngobrol sama gua. Angel pun pulang, dan mengajak gua untuk kapan-kapan jalan sama dia,
'Fi, kapan-kapan kita jalan yuk. Sekalian gua pengen tau tempat-tempat didaerah ini.'
'Iya, boleh kok. Nanti gua kasih tau tempat-tempat yang asik disini.'
'Okey, gua pulang dulu yah Fi.'
"Alfi sayang, ini aku Angel. Maaf yah tadi malam aku nggak bisa jawab rasa hati kamu ke aku. Karena aku takut kamu bakal kecewa dengan aku,. bahwa aku hari ini harus pergi ke Amerika. Di Bandung aku hanya ingin menjemput sodaraku yang akan pindah ke Amerika bersama denganku. Aku tau kamu sangat berharap ingin bersamaku. Tapi inilah kenyataannya. Aku harus ke luar negri, aku takut kalau kamu bersamaku kamu tak sanggup menjalani hubungan jarak jauh. Dan nanti kamu akan meninggalkanku.
Beberapa menit kemudian, dengan cepat gua buatin sajian makanan yang Angel pesan,
'Ini bos udah jadi pesananya.'
'Hehehehe sip, kan jadi enak kalo cepet' Angel hanya tertawa dan mencoba masakan gua yang dia pesan,
'Okey kalo kaya gitu gua ke dapur dulu yah gel.'
'Fi ?' Angel manggil gua.Gua pun lansung menghampiri Angel.
'Iya, kenapa Angel?'
'Temenin gua makan sih, sambil ngobrol-ngobrolah.'
'boleh kok, nggak papa. mumpung pelanggan masih sepi, gua temenin dulu' jawab gua
Setelah beberapa menit gua dan Angel bercerita, banyak banget kesamaan-kesamaan antara gua dan Angel. Yang paling lucunya lagi Angel sering banget sendawa kalo udah selesai makan. Setelah Angel makan dan selesai ngobrol sama gua. Angel pun pulang, dan mengajak gua untuk kapan-kapan jalan sama dia,
'Fi, kapan-kapan kita jalan yuk. Sekalian gua pengen tau tempat-tempat didaerah ini.'
'Iya, boleh kok. Nanti gua kasih tau tempat-tempat yang asik disini.'
'Okey, gua pulang dulu yah Fi.'
***
Pada hari Minggu, gua dengan Angel jalan-jalan. Nonton bareng, dan keliling-keliling daerah Bandung. Selama dijalan, kami berdua merasakan indahnya kota Bandung. Entah kenapa, ada rasa yang timbul seketika dihati gua ke Angel. 'Apakah ini yang namanya cinta?'.
Yang gua tau adalah terakhir gua jatuh cinta pada saat dimana gua masih SMA, dan itupun gua ditolak mentah-mentah sama tuh cewek. Apa gua sekarang harus ngomong sama Angel kalo gua suka sama dia? tapi gua takut ditolak mentah-mentah sama dia. Apalagi gua juga baru kenal sama Angel. Itu juga kalo Angelnya juga suka sama gua. Karena yang gua lihat dan gua perhatiin, apa yang gua lakuin Angel selalu peka.
'Gel, ada yang mau gua omongin?' gua ngomong dengan nada gugup.
'Mau ngomong apa Fi, ngomong ajahlah. nggak usah malu-malu. Apa lo lagi jatuh cinta yah?'
Gua semakin gugup dengan jawaban Angel yang seperti itu. Apa Angel tau kalo gua suka sama dia dan bakal nyatai cinta sama dia. 'Engga mungkin banget Angel mau sama gua. Tapi semoga nasib berkata lain.' gumam hati gua.
'Sebenernyaaa....' gua berbicara makin gugup.
'Fi lo nggak papakan? ngomong ajah fi, siapa tau gua bisa ngebantu elo?'
'Gua lagi jatuh cinta gel sekarang?'
'Wah sama siapa fi? cerita-cerita dong?'
Gua terdiam, gua cuman bisa ngeliat mata Angel yang begitu indah dimata gua.Dan Angel cuman bisa melihat gua penasaran, karena pengen tau siapa cewek yang gua suka. Asalkan Angel tau kalo cewek yang gua suka itu ternyata dia.
'Gel, gua suka sama lo? memang agak lucu sih. tapi yah namanya suka, nggak bisa gua pendem.' gua jawab ragu, walaupun sedikit agak takut. Takut kalau gua ditolak mentah-mentah.
'Hemmm fi, gua mungkin baru kenal lo. Dan gua juga ngerasain hal yang sama kaya lo, gua juga bisa dibilang suka sama lo. Tapi untuk sekarang.....'
'Nggak papa kok gel, gua juga nggak maksa kok kita harus pacaran. Kaya gini juga udah asik kok. Kita bisa berduaan, ngeliat kota Bandung berdua'
'Fi kalo lo sayang sama gua? lo mau nunggu guakan fi?' gua bingung dari pertanyaan yang Angel kasih ke gua,
'Maksudnya gel apaan? gua nggak ngerti gel?' gua jawab karna gua bingung, kenapa Angel ngomong kaya gitu.
'Hemmm besok ajah yah fi gua kasih tau? pulang yuk? gua kedinginan nih.'
'Yaudah ayuk gel. Lo juga agaknya udah menggil tuh badannya.'
'Alfi?' Angel lagi-lagi manggil gua dengan nadayang halus dipendangaran kuping gua.
'Love you , gua sayang sama lo fi' Angel tiba-tiba berbicara seperti itu dan seketika memeluk gua. Gua kaget banget pada saat itu.
'Gua juga sayang sama lo Gel. ayuk kita pulang'
Akhirnya gua mengantarkan Angel pulang ke rumah sodaranya yang tak jauh dari rumah gua.
'Fi, gua masuk duluan yah. Udah ngantuk'
'Iya gel, dadah' jawab gua sambil senyum.
Angel tiba-tiba jalan menuju gua dan memeluk gua kembali dan mencium pipi gua. Gua nggak tau ini tandanya apa. Apakah tanda gua diterima Angel atau Angel hanya ingin membuat gua senang. hiuuhhh sudahlah tunggu ajah jawaban yang sebenarnya dari Angel,
***
Besoknya gua kerumah Angel, karena hari ini gua lagi cuti, gua pengen ngajak Angel jalan-jalan lagi, Pada saat gua sampai kerumahnya. Ada ibu-ibu menghampiri gua.
'Mas Alfi yah?' ibu-ibu bertanya kepada gua,
'Iya bu, ibu siapa yah?'
'Saya penjaga rumah ini mas. Oh ya mas ada titipan surat dari mbak Angel untuk mas Alfi.'
'Oh, makasih yah bu.'
Ibu itupun lansung pergi dan gua lansung membuka surat Angel yang diberikannya untu gua. Disurat itu bertuliskan bahwa Angel akan pergi ke Luar Negeri. Surat itu berisikan:
"Alfi sayang, ini aku Angel. Maaf yah tadi malam aku nggak bisa jawab rasa hati kamu ke aku. Karena aku takut kamu bakal kecewa dengan aku,. bahwa aku hari ini harus pergi ke Amerika. Di Bandung aku hanya ingin menjemput sodaraku yang akan pindah ke Amerika bersama denganku. Aku tau kamu sangat berharap ingin bersamaku. Tapi inilah kenyataannya. Aku harus ke luar negri, aku takut kalau kamu bersamaku kamu tak sanggup menjalani hubungan jarak jauh. Dan nanti kamu akan meninggalkanku.
Kalau kamu memang sayang sama aku, kamu pasti bisa menunggu aku datang lagi ke bandung kok suatu saat. Aku pasti akan terus sayang sama kamu, walaupun jarak yang memisahkan kita.
Sayangmu Angel. Love you"
Guapun menangis membacanya, dan gua sedih bahwa Angel meninggalkan gua.Tapi gua tau, nyatanya Angel tak menjawab karena dia sayang sama gua. Dan ini semua demi kebaikan gua. Gua bakal terus nunggu Angel, sampai Angel kembali lagi kesamping gua.
AKU SAYANG KAMU ANGEL




Tidak ada komentar:
Posting Komentar