'HUAAAA Dika!!!! Dika!!!!' penonton yang dateng histeris melihat Raditya Dika yang jalan menuju panggung.
'DIKAAAAAAA liat gue, liat gue dika?????' seorang cewek melambaikan tangannya ke Raditya Dika supaya bisa dipegang sama dia. pertanyaan gue, 'Kok lo sampe bisa histeris kaya ngeliat hantu jamu gendong sih'.
kebanyakan yang nonton itu memang dari kalangan wanita yang berkatagorikan Anak Gaul Lampung, tapi gue bangga dengan Lampung. Gue bangga karena mereka menunjukan antusiasnya untuk menonton Talkshow Raditya Dika.
Yang masih gue heranin adalah, kenapa sih nonton kaya gitu ajah harus heboh. gue nggak bisa ngebayangi, pas Radit lagi ngelucu. Radit manggil salah satu dari penonton yang nonton pada saat tadi dia tampil . Kalo nggak salah sih namanya yang dipanggil Gading. Karena suara penonton yang gemuruh dan heboh. Radit sampe salah nyebutin nama tuh cowok. Gading malah dibilang Ganding. Gue nggak bisa habis fikir, pelawak tapi kok agak eror pendengarannya. Semacam: budek.
Gue akhirnya cemburu sosial seketika didalam gedung, 'KENAPA GUE NGGAK NAEK KE ATAS PANGGUNG...KENAPA TUHAN??? KENAPA HARUS SI GANDING ITU!!!!.' rasanya gue pengen bunuh satu persatu anak yang naek ke atas panggung yang foto bareng sama Raditya Dika.
Mereka mambuat hati gue Miris semerisnya!
Gue bingung 7 keturunan, kenapa malah banyak anak alay getuh yang naek ke atas panggung. Kenapa gue nggak maju, jelasnya gue kontet (dibaca: dibilang pendek nggak, tinggi juga nggak), lalu muka gue juga ganteng, beda jauh kaya Raditya Dika, jadi apa coba yang kurang dari gue. Memang terkadang artis tuh tidak adil, mereka naik penonton bersorak. Perumpamaan gue yang jadi artis gimana yah 'Apakah gue bisa lebih adil?'.
****
Waktupun semakin siang, dan menunjukan bahwa Talkshow Raditya dika akan segera usai. 'JANGAN SELESAI!!! Gue masih mau nonton. Gue bisa gila tanpa Raditya Dika. Ini semua untuk masa depan gue. MASA DEPAN GUE!!!' gue kaya homo, pencinta sejenis manusia setengah salmon.
Raditya Dika bicara bahwa siapa yang membawa buku dia yang berjudul "MANUSIA SETENGAH SALMON" akan diajak foto bareng sama dia di belakang panggung. Gobloknya gue, seabis Raditya Dika ngomong kaya gitu, gue lansung paning men! panik bukan karena gue keilangan kunci kendaraan atau ketinggalan dompet karena takut gak makan siang. tapi.... 'ANJRIT, buku gue ketinggalan dirumah!!!.' Sumpah, gue mau pingsan, kesempatan gue foto bakal ilang. gue nggak bisa move on,yang timbul malah galau.
tiba-tiba gue mencoba untuk bangkit, gue nggak boleh seperti ini. Mungkin hari ini gue nggak bisa ngedapetin foto Raditya Dika. tapi suatu saat, Raditya Dika-lah yang akan minta foto bareng sama gue. 'Tunggu kedatenganku dikota-kotamu.' (mampusloh bang, sekarang lo punya saingan yaitu gue). Sekalipun gue nggak tau kapan lo bakalan minta foto bareng sama gue. Mungkin bisa kok bang kita foto bareng nanti, dengan gaya pose mode alay. barang kali, majalah-majalah terkenal akan memajang muka kita berdua, dengan ukuran pas foto dengan gaya fashion alay terbaru.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar